Jatrisno merupakan wisata kolam
alami yang terletak sekitar 60 Km dari Banyuwangi dan 5 Km dari
Kalibaru.
Dekat dengan Jatrisno terdapat Air
Terjun Wonorejo yang terletak di
Kalibaru Wetan di puncak gunung
Raung. Sedangkan Pemandian
Jatrisno terletak di Kajarharjo,
keduanya terletak di kecamatan
Kalibaru.
Selain pemandian dan air terjun, di
lokasi tersebut juga di kelilingi oleh
perkebunan kopi dan coklat. Hal ini
membuat suasana semakin hijau dan
nyaman untuk di kunjungi.
Featured 1
Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
Featured 2
Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
Featured 3
Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
Featured 4
Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
Featured 5
Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
Rabu, 26 Maret 2014
Kolam Renang Alami Jatisrono & Air Terjun Wonorejo
Pulau Tabuhan - Banyuwangi
Pulau Tabuhan terletak 20 Km dari
pusat kota Banyuwangi, persis di
tengah selat Bali yang memisahkan
Pulau Jawa dan Pulau Bali. Tepat
berada di desa Bangsring,
Kecamatan Wongsorejo, pulau ini
memiliki luas sekitar 5 hektar.
Kebun laut yang eksotis, terumbu
karang yang memukau dan dihuni
oleh ribuan spesies ikan, bunga
karang, udang karang dan berbagai
tumbuhan laut adalah menu utama
yang di sajikan oleh keindahan
Pulau Tabuhan. Ditambah lagi,
dengan kejernihan airnya, Pulau
Tabuhan sangat cocok untuk mereka
yang gemar agak kegiatan maritim
seperti scuba diving.
Selain para satwa laut dan biota
laut, berbagai jenis satwa darat pun
bisa hidup dengan nyaman di pulau
ini. Seperti contoh, burung Maleo
yang terkenal dari Pulau Seulawesi
selalu bermigrasi di habitat pulau
tabuhan.
Senin, 24 Maret 2014
Teluk Ijo
Teluk ijo berlokasi di Kecamatan
Pesanggaran tepatnya di desa
Sarongan. Berjarak sekitar 90 km
arah selatan dari kota Banyuwangi.
Untuk menuju pantai ini dari
Banyuwangi kita tinggal mengikuti
petunjuk arah menuju Pesanggaran-
Sarongan-Sukamade yang masih satu
jalur dengan rute menuju pantai
sukamade Taman Nasional
Merubetiri.
Teluk Hijau memiliki keunikan pasir
putih yang halus dan mudah
melekat di kulit. Teluk yang memiliki
panorama air laut berwarna hijau
dengan hamparan pasir putih dan
air terjun setinggi 8 meter. Diujung
barat dan timur juga terdapat
batuan karang. Memiliki air laut
yang jernih dan berwarna kehijauan
dan suasana yang asri membuat
siapapun yang melihatnya merasa
kagum. Disini kita bisa berenang
atau sekedar bermain air
dipantainya. Di sisi timur ada
sebuah air terjun air tawar dengan
debit yang sedang dan biasa dipakai
uuntuk membilas badan selepas
berenang dipantai. Untuk yang suka
camping dilokasi ini juga cukup
bagus untuk mendirikan tenda.
Rute pada google maps
Lihat Lihat pada google maps
Untuk kendaraan bisa diparkir di
dekat pantai Rajagwesi kemudian
berjalan menuju teluk ijo sejauh +/-
2km. Ada juga tempat parkir yang
lebih dekat dengan teluk ijo, tp
jalan yang akan dilalui berupa jalan
yang sangat rusak.
Penujuk arah menuju Teluk ijo
sudah cukup jelas, jadi tidak usah
takut nyasar.
Minggu, 23 Maret 2014
Wisata Banyuwangi
Pulau Merah Banyuwangi
Ke Banyuwangi ? jangan lupa
mampir ke Pulau Merah. Ya, pantai
Pulau Merah bisa menjadi daftar
kunjungan liburan anda ketika di
Banyuwangi. Pantai yang berlokasi di
Desa Sumberagung Kecamatan
Pesanggaran ini memang menyimpan
potensi yang luar biasa dan sedang
naik daun saat ini. Ciri khas yang
mudah dikenali dari pantai berpasir
putih kecoklatan dengan garis pantai
sepanjang ±3 km ini adalah adanya
bukit yang menjulang tinggi di
ujung pantainya. Bukit ini dipenuhi
batu karang di bawahnya. Saat
matahari terbenam akan tampak
pancaran sinar yang berwarna jingga
kemerahan dari balik bukit itu.
Itulah sebabnya dinamakan Pulau
Merah. Yang istimewa dari pulau
merah ini adalah ombaknya yang
tinggi pada bulan April hingga
bulan September, namun tidak
seExtrim ombak di G-Land. Bagi
kalangan penggemar fotografi,
sunset pulau merah adalah salah
satu spot sunset paling bagus di
Banyuwangi. Tidak banyak pedagang
asongan yang ditemui disini
sehingga pantai ini tampak bersih
dan asri. Pada saat liburan tempat
ini akan semakin ramai dikunjungi
masyarakat. Pulau Merah dinail
seperti perpaduan antara pantai
Seminyak ,Kuta, dan Legian di Bali.
Setiap pengunjung yang berkunjung
pada tanggal merah atau pada hari
libur akan dikenakan tarif masuk,
selain pada hari itu GRATIS.
What can you do there ?
Di pantai pulau merah tidak banyak
kegiatan yang bisa dilakukan, selain
sekedar bermain pasir. Hal itu
dikarenakan ombaknya yang besar.
Namun besarnya ombak justru
memberikan tantangan tersendiri
bagi penggemar surfing. Ombak di
pulau merah memang tidak setinggi
di G-Land namun cukup memiliki
power untuk bermain surfing
khususnya bagi pemula. Dan yang
paling penting lebih aman karena
dasar laut berupa pasir halus.
how to get there?
Pulau merah berjarak ± 80 km dari
kota Banyuwangi. Akses untuk
menuju lokasi sangat mudah dan
cukup jelas dengan adanya rambu-
rambu petunjuk arah Pulau Merah.
Anda bisa menggunakan kendaraan
pribadi atau menggunakan angkutan
umum. Jika menggunakan angkutan
umum dari Banyuwangi, terdapat
bisminto atau ujang jaya jurusan
Pesanggaran, nanti turun di pasar
Pesanggaran, setelah itu dilanjutkan
menyewa ojek menuju Pulau Merah.
Kalau dari arah Jember anda bisa
turun di terminal Jajag lalu ganti
angkutan bis menuju Pesanggaran.
Secara keseluruhan rute yang akan
dilewati dari Banyuwangi menuju
Rogojampi, setelah sampai di
simpang tiga lampu merah
Rogojampi, lurus saja hingga
menjumpai perempatan lampu
merah Jajag dengan patokan ada
patung macan putih ditengahnya,
lalu belok kekiri (ke selatan), anda
tinggal mengikuti rambu-rambu
penunjuk arah Pesanggaran – Pulau
Merah. Cukup mudah bukan ?
Selamat berlibur. Sempurnakan
liburan anda ke Banyuwangi dengan
mengunjungi Pantai Pulau Merah.
Selasa, 12 November 2013
Pantai Gerajakan
Pantai Grajagan terletak sekitar 52 Km ke arah selatan dari kota Banyuwangi. Posisinya yang dekat dengan Pantai Plengkung menjadikan pantai Grajagan sebagai pintu masuk ke Plengkung.
Pantai Grajagan juga menjadi bagian dari Taman Nasional Alas Purwo dengan luar sekitar 314 hektar, tepatnya berlokasi di desa Grajagan, kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.
Selain pantai, di kawasan ini terdapat beberapa goa buatan yang terletak di ketinggian, sehingga bisa di manfaatkan untuk melihat pemandangan dari atas. Untuk mereka yang ingin bermalam dan menikmati keheningan alam Pantai Grajagan, disediakan 10 kamar dan 2 bungalow yang langsung menghadap ke laut. Suasana romantis dan eksotis akan mengusik kenyamanan anda.
Pantai Pancer
Pantai Pancer Door – Pintu Keluar Grindulu
Tulisan kedua dari serial intermezzo kali ini mengenai pantai yang terletak di Pacitan. Pantai Pancer merupakan pantai yang terletak di sisi timur teluk Pacitan dan masih bersebelahan dengan pantainya orang Pacitan, Teleng Ria. Pancer terletak di Ploso, Kecamatan Pacitan, Pacitan, Jatim. Secara astronomis, pantai ini terletak pada -8.230833333, 111.1030556.
Secara pribadi, saya suka pantai ini, karena pantai ini menyajikan pemandangan yang lumayan ditambah lokasi yang cukup sejuk karena adanya pohon-pohon cemara udang di pantai ini, dan akan lebih bagus jika datang pada saat yang tepat. Mengapa saya katakana pada saat yang tepat, karena warna air di pantai ini tergantung oleh warna air dari sungai Grindulu. Ketika Grindulu tidak membawa material tanah dari hulunya, maka warna airnya benar-benar menyejukkan mata, namun ketika tanah telah terbawa, apalah daya kita hanya bisa melihatnya dan merasa harus menuju ke pantai sebelah :p.
Green Pancer
Pantai ini cukup terkenal terutama bagi para peselancar. Peselancar dari luar negeri pun berdatangan ke pantai ini, mungkin sekalian menjajal ombak di pantai Srau dan pantai Watukarung di sebelah barat. Sebenarnya pertama kali saya ingin datang kemari karena saya ingin mencoba berselancar, tapi ternyata kok gak ada yang nyewainpapan selancar ya :p. Pas kesana juga ada yang sedang berselancar, tapi sayangnya cuma bawa poket yang zoom-nya standar-standar saja.
Seorang Peselancar
Saya tidak tahu apakah dikenakan retribusi masuk ke pantai ini atau tidak, tapi sepertinya sih ada karena di jalan ada semacam pos jaga. Pas pertama ke sana saya asal nyelonong ngikutin motor di depan saya yang berhenti di semacam pos tapi saya malah lanjut terus dengan sedikit rasa bersalah (doh). Pas kedua kalinya saya ke sana saya berhenti di depan pos, tapi ada ibu-ibu yang bertanya tempat terus lanjut jalan, la saya jadi bingung karena saya benar-benar gak ditarik apa-apa padahal sudah berhenti dan orangnya tahu, yah mungkin dikira ngikutin ibunya :p.
Jalan beraspal hanya sampai di tengah-tengah (bisa lihat-lihat pantai dulu) dan dilanjut dengan jalan tanah. Di jalan tanah ini banyak kerbau yang diikat di pohon kelapa dan waktu itu ada kerbau yang talinya melintang di tengah jalan sempit yang akan saya lalui. Sempat mikir mau lewat ato ganti jalur, karena mikir ni kerbau kalau tiba-tiba gerak menjauh bisa-bisa motor ane njungkal kena tali -____-;).
Golden Grindulu
Di ujung timur pantai merupakan sungai Grindulu dan merupakan tempat mancing. Di sebelah timur sungai terdapat tebing kapur, namun tebing tersebut sudah bukan termasuk kawasan karst Gunung Sewu, karena karst Gunung Sewu sendiri memanjang dari Parangtritis di DIY, hingga Teluk Pacitan ini. Jika kita melihat ke utara, kita akan melihat perbukitan yang menjadi hulu sungai Grindulu, seperti Arjosari, Nawangan, dan Tegalombo (saya lebih-lebihkan walau kayaknya sebenarnya tidak terlihat :p). Di pantai ini juga terdapat daerah cukup lapang yang sepertinya enak bukan kemping. Pasir pantai ini kecoklatan dan di dekat aliran sungai agak jemek. Sayangnya pantai ni termasuk jenis pantai yang kotor, penyebabnya karena Grindulu yang mengalir sepanjang 60 an kilometer ini (sebenarnya sih orang yang membuang sampah di DAS Grindulu).